Race.inc lists 26 circuit choices across 15 countries, including Indonesia’s Mandalika and Sentul alongside tracks in Europe, Asia, the Middle East and the Americas.
Race.inc melengkapi enam simulatornya dengan katalog 26 sirkuit dari 15 negara. Pilihan ini memperluas pengalaman di luar mobil dan tingkat bantuan pada setiap bay: pengunjung juga dapat membandingkan karakter lintasan dari trek Indonesia hingga sirkuit internasional.
Dua Referensi Balap Indonesia
Mandalika International Circuit dan Sentul International Circuit menjadi dua pilihan dari Indonesia. Keduanya memberi titik awal yang dekat dengan konteks motorsport nasional sebelum pengunjung berpindah ke trek di kawasan lain.
Dalam konfigurasi bay yang ditampilkan Race.inc, Mandalika dipasangkan dengan mobil GT3 berpenggerak roda belakang, sedangkan Sentul digunakan untuk mobil touring TCR berpenggerak roda depan. Perbedaan ini memperlihatkan bahwa satu katalog sirkuit dapat dipelajari bersama karakter kendaraan yang berbeda.
Dari Eropa hingga Asia
Pilihan Eropa mencakup antara lain Spa-Francorchamps, Le Mans, Nürburgring, Nordschleife, Monza, Imola, Mugello, Red Bull Ring, Silverstone, Brands Hatch, Barcelona, dan Zandvoort. Italia menjadi negara dengan pilihan terbanyak di daftar tersebut melalui Imola, Magione, Mugello, Monza, dan Vallelunga.
Di Asia, katalog mencantumkan Ebisu, Suzuka, dan Tsukuba dari Jepang, Sepang dari Malaysia, serta Singapore Street Circuit. Timur Tengah diwakili Dubai Autodrome dan Yas Marina, sementara Laguna Seca dan Interlagos memperluas pilihan ke benua Amerika.
Katalog sebagai Jalur Belajar
Banyaknya pilihan memungkinkan pengunjung membangun sesi berdasarkan tujuan yang berbeda. Pemula dapat mengulang satu trek untuk mengenali titik pengereman, sedangkan pengemudi yang lebih berpengalaman dapat membandingkan lintasan jalan raya, trek berkecepatan tinggi, dan sirkuit dengan rangkaian tikungan teknis.
Dengan perangkat yang sama pada setiap bay, pergantian sirkuit menjadi variabel utama yang dapat dipelajari. Catatan waktu tidak hanya mencerminkan kecepatan, tetapi juga kemampuan menyesuaikan ritme dan garis balap ketika karakter trek berubah.
